sehari menginspirasi – menularkan energi dan mendapatkan energi positif

Sehari Menginspirasi.

Seperti beberapa tahun sebelumnya, hari ini saya kembali menambahkan sekantung energi positif kedalam diri. Sehari menginspirasi untuk anak-anak di Sekolah Dasar tepatnya. Memang hanya sehari, tetapi bagi kami adalah sesuatu yang cukup berarti.

Hari Inspirasi.

Hari inspirasi adalah hari dimana kami melepaskan semua rutinitas kami sebagai pekerja atau mahasiswa untuk menginspirasi dan membagi ilmu tentang profesi yang kami geluti. Sesuai hasil di hari briefing, seperti biasa kami dibagi dalam beberapa kelompok. Kelas inspirasi tahun ini diikuti sekitar 1.600 orang relawan. Wow, jumlah yang terus bertambah setiap tahunnya menandakan bahwa semakin banyak manusia-manusia baik di muka bumi yang ingin berbagi.

Kali ini saya beserta 21 relawan inspirator dan 5 relawan dokumentator berkesempatan membagikan energi positif di SDN Babakan Sinyar Bandung. Pertemuan kami di awali di hari briefing dan di akhiri dengan pembentukan Whatsapp Group untuk memperjelas komunikasi. Pertemuan untuk merencanakan skenario pada saat hari inspirasi pun kita lakukan. Sungguh sangat luar biasa, kali ini saya dipertemukan dengan orang-orang yang luar biasa. Mulai dari profesi Chef hingga profesi Pak Polisi.

Hari inspirasi kali ini saya kembali diberi kesempatan menjadi inspirator dengan provesi Traveler. Sebenarnya ini bukan profesi asli saya hehe, tapi profesi sampingan saya dan dunia yang benar-benar saya geluti dan saya cintai.

Kali ini saya mendapatkan kesempatan untuk mengajar di kelas 4B , 2A dan 3A. Setelah beberapa kali berpartisipasi dalam kegiatan ini, sungguh sangat terasa betapa besar dan mulianya jasa ibu dan bapak ibu guru. Mengajar dan Mengayomi anak-anak sekolah dasar memang bukanlah sesuatu hal yang mudah. Sunggu besar tantangannya. Energi yang dikeluarkan juga sungguh sangat menguras tenaga. Menghadapi murid-murid sekolah dasar memang sangat membutuhkan mental yang sabar.

Jam 09.00 saya mendapatkan giliran mengajar di ruang kelas 4B. Murid-murid di kelas 4 sungguh sangat antusias ketika saya masuk ke kelas. Kali ini persiapan saya untuk mengajar tidak begitu banyak, hanya sebuah peta indonesia dan laptop berisi video pendakian gunung saya suguhkan untuk anak-anak dikelas.

Pertanyaan pertama yang terlontar dari mulut saya adalah Apa ibukota Indonesia?, lalu berlanjut Dimanakah letak Kota Bandung? dan berlanjut pertanyaan-pertanyaan selanjutnya tentang kota-kota di Indonesia berikut budaya, kesenian, makanan dan lain sebagainya.

Pada saat saya melontarkan pertanyaan mengenai Pernahkah kalian jalan-jalan? tepatnya jalan-jalan saat mudik. Ada satu orang anak yang cukup cerdas menurut saya, dia bisa menjabarkan bahwa dia mudik ke daerah Banjarnegara, dan dia bisa menjabarkan bahwa kota banjarnegara dekat dengan kota purwokerto lalu dekat dengan kota wonosobo.

Disisi lain, saat saya melontarkan pertanyaan tentang kebudayaan dan tentang daerah-daerah di Indonesia masih banyak yang belum mengetahui dan tidak banyak yang bisa menjawab dengan tepat.

Berbeda saat saya masuk ke kelas 2A dan 3A, bentuk ketertarikan mereka sangat berbeda dengan kelas 4B. Mereka sangat tertarik tetapi juga hyperaktif, mungkin karena mereka masih terhitung kecil. Dan sungguh, energi saya sempat terkuras saat masuk di kelas 2A. Beberapa anak ada yang rebutan menempelkan langit cita-cita yang saya tempelkan, dan akhirnya sampai ada yang bertengkar dikelas.

Setelah masuk ke kelas-kelas tersebut, ada beberapa hal yang sedikit saya sesalkan. Saat saya memutarkan video mengenai perjalanan dan pendakian, ada moment dimana proklamasi dibacakan, dan disayangkan anak-anak di kelas 4 yang sekalipun sudah mengecap pendidikan selama 4 tahun ternyata masih ada yang belum mengetahui bahwa itu adalah pembacaan proklamasi dan dibacakan oleh presiden pertama kita Soekarno-Hatta.

Menginspirasi dan Terinspirasi.

Segudang cerita dan pengalaman baru bersama anak-anak kembali saya rasakan dikelas. Energi positif dari mereka sungguh besar. Semangat positif banyak menular kedalam diri saya. Sama halnya dengan energi positif yang diberikan oleh teman-teman yang luarrrr biasa. Siapa sangka, setiap kali menjadi relawan inspirasi saya selalu dipertemukan dengan orang-orang yang luar biasa hebatnya. Pengacara dengan perjuangan angklung unesco-nya, Ibu dokter gigi anak, jurnalis, pelukis, chef, banker, geolog, dan masih banyak lagi profesi-profesi hebat yang saya temui kemarin.

Hari itu, saat kami sama-sama menginspirasi, kami tidak mengenal perihal siapa yang paling hebat dalam profesinya. Tapi kami sama-sama membagi profesi kami kepada sesama relawan maupun anak-anak dikelas. Sharing pengalaman, cerita dan lain sebagainya kami lakukan saat pertemuan singkat tersebut. Ternyata ada beberapa teman relawan yang jauh-jauh datang dari Bali dan Yogyakarta. Sungguh mulia sekali niat dari teman-teman baru ini untuk berbagi inspirasi sekaligus menimba ilmu serta pengalaman dari kegiatan yang sangat positif.

Rasanya tidak pernah bosan dan terus mencoba untuk berpartisipasi pada kelas-kelas inspirasi selanjutnya, baik di Kota Bandung sendiri maupun di Kota-Kota lainnya.

Menginspirasi dan terinspirasi sungguh sebuah anugerah yang luar biasa.

“… Jangan pernah lelah berbagi, menginspirasi dan merekam inspirasi-inspirasi positif dari dunia sekitar. Jangan pernah berhenti menginspirasi dan berbagi. Karena sebaik baiknya manusia adalah manusia yang bisa membagi energi positif untuk sesama…”

Salam Inspirasi..

Tinggalkan Balasan