Melanglang Buana. 

tiba akhirnya penantian panjang seorang tua yang bahagia dibumbui sedikit air mata haru,  melihat anak laki-laki kebanggaannya menggunakan toga dan menggenggam sebongkah ijazah ditangannya.

satu tahun,

dua tahun,

tiga tahun,

empat tahun,

lalu kamu bersimpuh dihadapan seorang tua yang bernama ibu, mengabarkan bahwa kebahagiaan untuk ibu sedikit tertunda.

tahun kelima,  dengan sekantung pelajaran hidup dan pengalaman di alam.

akhirnya,  sekantung kebahagiaan untuk seorang tua –  ibu,  berhasil di diberikan tanpa banyak merepotkan.  tanpa banyak membebankan.

bukan sejumput kata cumlaude dan secarik kertas bertuliskan ijazah untuk sebuah kebanggaan,  tapi selangkah maju berpikir bagaimana cara menjadi manusia yang lebih berguna dan bisa terus berbagi untuk sesama.

selamat menjelajah lelautan lalu sesekali gunung gemunung,  lalu raihlah mimpimu untuk terus belajar dialam, didarat maupun lelautan. adik yang selalu sederhana,  kamu pasti bisa lebih baik dari aku ~

jogjakarta,  16 feb 2017.

Tinggalkan Balasan