MENGADU FISIK DAN MENTAL DI BALI MARATHON 2016.

Februari ,

Bulan pertama gembar – gembornya sebuah event besar yang sudah lama kami tunggu. Event ini rutin diadakan setiap tahunnya, disponsori oleh sebuah Bank berwarna kuning bertuliskan Maybank (yang sebelumnya BII).

Bulan februari adalah bulan yang kami tunggu – tunggu untuk melakukan pendaftaran peserta Maybank Bali Marathon 2016. Segala perlengkapan administrasi kita lengkapi perlahan-lahan, mulai dari mengumpulkan massa dari komunitas kami Indorunners Bandung sampai akhirnya sepakat mulai menabung untuk berangkat menuju ke event tersebut dengan biaya yang tidak begitu berat.

Setelah selesai melakukan pendaftaran yang di dominasi peserta Full Marathon (FM) dan Half Marathon (HM) kami pun mulai mencicil tabungan (lumayan buat backpacker plus ongkos selama di Bali nanti heheee..).

Mulai dari koordinasi tabungan, booking penginapan sampai booking tiket pesawat sudah kami selesaikan jauh-jauh hari.

Tidak terasa bulan ke bulan berlalu, dengan segudang kesibukan yang kami miliki masing-masing, mulai dari yang kerja, kuliah, kerja sambil kuliah, pokoknya macem-macem.

Persiapan MBM 2016.

Bulan ke bulan terasa begitu cepat berlalu, dengan segudang kesibukan aktifitas kami masing-masing, kami harus mempersiapkan diri untuk berlatih, minimal setiap minggunya kami melakukan Long Run – Lari diatas 15 KM. Hal tersebut kami lakukan 1 atau 2 kali seminggu, dan biasanya kami lakukan bersama-sama setiap hari sabtu pagi.

Long Run tersebut sangat membantu untuk mempersiapkan diri dan fisik kita menghadapi Full dan Half Marathon nanti. Walaupun ekspektasi kita bukan untuk menjadi juara dalam event tersebut, tapi setidaknya kita bisa menyelesaikan Race tersebut dengan sehat tanpa cedera apapun selama Race.

Selain untuk mempersiapkan diri dan fisik latihan yang sering kita lakukan juga bertujuan untuk mengetahui Pace atau Kecepatan berlari yang kita miliki. Juga untuk mencari “teman / running buddies” kita yang sama Pace nya dengan kita.

Running Buddy ??

  • Apa itu Running Buddy ?? .. hmmm.. dalam komunitas kita – Indorunners Bandung, memiliki ciri khas tersendiri, yaitu Jersey yang digunakan dengan bertuliskan Nama si pemilik baju dan tulisan “Your Running Buddy”. Apa tujuannya? Tujuan dari tulisan pada jersey tersebut agar Pelari lain dapat mengenali nama kita, misalkan pada saat pelari lain tersebut butuh bantuan pada saat keram atau cedera pada Race yang sedang dilakukan. Dan ternyata, Jersey dari Indorunners Bandung selalu menarik perhatian dari Komunitas Running lain, selain dari warnanya yang mencolok dan berwarna-warni, hal lain yang membedakan adalah Nama yang ada dibelakang Jersey, yang akhirnya menjadi contoh untuk Komunitas Lari lain untuk jersey-jerseynya.

    Andari Anin Your Running Buddy

Balik lagi ke cerita latihan…

Latihan yang kita lakukan selama persiapan Bali Marathon bisa dibilang “kurang” tapi “mencukupi”. Dengan bermacam-macam kesibukan dari teman” yang akan mengikuti Bali Marathon, teman-teman selalu menyempatkan diri untuk melakukan latihan “walaupun seadanya”, saling mengingatkan perihal menjaga kondisi tubuh, menjaga tidur cukup dan juga menjaga makanan agar kondisi tubuh tetap stabil.

Bulan demi bulan berlalu, akhirnya masuk bulan agustus juga, persiapan semakin mepet dan waktu event Bali Marathon semakin dekat.

Latihan Long Run Rame Rame , nambah semangat , cari temen yang satu Pace 😃

Jumat , 26 Agustus 2016.

Siang itu kami berangkat dari Bandung, terbagi beberapa kloter keberangkatan. Ada yang sudah tiba duluan di bali, ada yang masih mengais rezeki dan datang belakangan. Hari jumat siang itu, 8 orang berangkat menuju Bali.

Kloter pertama Indorunners Bandung.

Beberapa hari sebelum keberangkatan begitu banyak persiapan yang kita lakukan mulai dari persiapan Medik, Asupan yang harus dimakan, Elektrolit yang harus terus masuk kedalam tubuh, menghindari kopi dan teh sebelum race dan lain lain sebagainya.

Jumat sore kita tiba di bali dan langsung melakukan pengambilan racepack ke arah nusa dua. Hari berikutnya 5 orang teman kami menyusul datang untuk segera bergabung dengan kami.

WELCOME ALL RUNNER

 

RACEPACK COLLECTION

Sabtu, 27 Agustus 2016, 06.00.

Berangkat dari homestay di daerah kertamulia, sanur. Kami berangkat menuju  Pantai Mertasari. Pagi itu ada kegiatan Saturday Morning Tape Run with Indorunners. Wihiiiii, semua komunitas Indorunners Nasional ngumpul disini, pecaaah, seru. ABC drills sebentar, lalu lari cantik 2.5 KM, foto-foto di pinggir pantai, dan lalu sosialisasi sama Indorunners dari Sabang sampai Merauke. JAYAAAAPURAAAA, sekitar 36 orang turun di event bali marathon, gimana gak seru, ketemu temen-temen satu hobby, dari jauh jauh.

PERWAKILAN DARI INDORUNNERS  REGIONAL SELURUH INDONESIA

 

INDORUNNERS NASIONAL !!! SABANG SAMPAI MERAUKE !
SATURDAY TAPERUN , TEAM CEWE CEWE INDORUNNERS .

Sanur, 28 Agustus 2016, 02.30.

Subuh itu sebenarnya masih terlalu pagi untuk bangun, mandi lalu melakukan persiapan untuk segera berangkat. Tapi memang itu yang biasa kita lakukan jika ada event race dimanapun. Jam setengah 3 kita sudah bersiap bangun untuk mempersiapkan diri mandi, dan bergegas berangkat ke venue race. Yang utama adalah mempersiapkan kostum untuk berlari, tidak lupa jersey kebanggaan dari Indorunners Bandung beserta BIB yang telah tertempel rapih di jersey tersebut. Lalu persiapan makanan yang kita bawa, mulai dari gu-gel, air mineral, oralit, salt stick sampai etil chloride yang kami bawa.

Jam setengah 4 kami berangkat menuju venue di daerah Gianyar tepatnya di Bali Zoo Safari Gianyar. Mendekati venue terlihat antrian mobil yang lumayan panjang, dan motor-motor yang silih berganti berdatangan. Sampailah kami di lokasi Start Bali Marathon 2016.


Sebelum Start.

Gianyar , Bali Zoo Safari. 28 Agustus 2016, 05.00

Subuh itu udara masih cukup dingin dan angin sepoi-sepoi menerpa tubuh kami, peserta Full Marathon sudah memenuhi Gate Start. Suara MC sudah mulai terdengar, gending bali sayup-sayup terdengar, lagu Coldplay mengiringi kedatangan kami di Gate Start. Setelah MC melakukan pembukaan, kami menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya pagi itu, haru … semua peserta serius menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia. Setelah MC melakukan hitung mundur 10…9…8…7…6…5…4…3…2…1… peserta Full Marathon pun dilepas dari Gate Start.

Official Video Bali Marathon 2016.

KM 1 sampai KM 42.

Jam 05.00 tepat kami memulai start , diawali dengan shalat subuh di KM 2.5, kami melanjutkan lari kami lagi. Di KM 5 tiba-tiba motor Voorijder berbunyi dibelakang kita yang sedang berlari, 2 pelari Kenya disusul atlet kebanggaan kita Agus Prayogo berlari secepat kilat dibelakang kita. Kebetulan 2 pelari kenya dan mas agus menjadi peserta kategori Half Marathon. Entah pace berapa, pace 3 atau 4, mereka begitu kencangnya berlari. Maju sedikit ke KM 7, tiba-tiba muncul lagi motor Voorijder bersama 3 pelari kenya yang menjadi peserta kategori Full Marathon, mereka sudah di KM 16, gilaaaa gilaaa mereka larinya kenceng amat, di sambung atlet-atlet kebanggaan kita dari Indonesia dibelakang ke 3 pelari kenya tersebut.

Hari gelap berubah menjadi terang, sekitar pulul 6.20 kita sampai di KM 10, stabil di pace 7 dan 7.25. 1 hal yang tidak pernah kita lupa adalah saling mengingatkan untuk menjaga pace agar tetap stabil, agar tenaga tidak habis di KM KM awal. Selain itu kita pun saling mengingatkan untuk tetap menjaga kondisi tubuh dengan meminum salt stick dan pocari serta air putih setiap water station.

Pagi itu matahari keluar begitu cantik ketika kita sampai di KM 10 menuju ke KM KM selanjutnya menuju desa yang akan kita lewati. Kami berlari bersama-sama kebetulan pagi itu tetap bersama pacer konsisten devina, kang makki dan teh nita.

Tidak terasa 13 Km telah kita lalui dan alhamdulillah di race tersebut sepanjang berlari kita selalu happy, yaaaah ini lah fungsinya Running Buddies. Saling menyemangati, saling menjaga dan saling menambah semangat untuk terus konstan berlari. Di KM 15 saya dan devina mulai bertemu kembali dengan beberapa temang kami Adi Aliando, Kang Makki dan Kang Topan.

Sekitar KM 15 saya melihat Kang Topan dan Kang Makki sedang melipir sejenak ke pinggir jalan. Saluteee, di tengah-tengah race yang notabene banyak pelari yang kurang peduli terhadap pelari lain nya, kedua teman saya tersebut melipir sejenak untuk membantu pelari lain yang sedang mengalami Kram. Dengan medik yg mereka punya, mereka berusaha menolong pelari tersebut. Dibantu etil cloride milik saya yang lumayan bisa cukup membantu pelari tersebut (entah dari komunitas mana.. lupa… hehee).

Itulah fungsi Running Buddies, ga malu maluin kami pake jersey kebanggaan yang bertuliskan Nama dan bertajuk Your Running Buddy, karna kami bisa meredam ego kami untuk menahan lelarian kami sejenak untuk menolong pelari lain.

SUASANA SEPANJANG JALAN, DISAMBUT WARGA SEKITAR DENGAN PAKAIAN ADAT DAN GENDING BALI.

 

Kami melanjutkan berlari lagi, sekitar KM 20/21 an sudah masuk Half Marathon yeeeeaaayyyy, hari semakin siang, semakin panas, satu lagi yang menyemangati kita dalam event ini adalah Masyarakat sekitar yang menunggu kami di pinggiran jalan desa mereka lengkap dengan pakaian adat Bali dan lengkap dengan Gending Bali yang mereka mainkan, inilah salah satu yang membuat kami tidak bosan terus berlari dan menambah semangat kami walaupun cuaca semakin panas membaraa haaaahh…

KM 22.

Di KM 22 cuaca mulai terasa panas, nas, nass. Sebelum race salah satu, pesan dari dokter terbaik di komunitas kami Pak Dok J biasa kami panggil yaitu Dokter Jhony, selalu mengingatkan kami mengenai persiapan yang harus kami lakukan, asupan cairan yang baik persiapan asupan saat race sampai bawalah handuk buat ngompres kepala pas race nanti. Dan hal tersebut langsung saya ikuti. Sebuah handuk waslap untuk mandi bayi saya bawa untuk menyimpan Es Batu. Dan terbukti ini sangat berguna, yaaa walaupun dingin-dingin geli doang tapi saya bisa “ndinginin” 4 kepala dan badan teman saya lainnya. Sangat membantu!!!! Dan well prepared menurut saya tidak ada salahnya, itung itung bisa berguna buat running buddies kita.

Lanjuttttt…

Setiap water station saya selalu mengisi waslap tersebut dengan es batu, sampai pada akhir nya di KM 28 es batu pun seret alias habis! Ooohhhhhh kita Cuma butuh es batu mbak mas water station, cuaca makin panas.. haaaahh, beruntung sekali di KM 30 spoon air dingin dibagikan untuk kami. Cessss, kepala dikasih air dingin pas lagi lari ditengah suhu panas yang juara itu sesuatu banget kaya dapet uang 100 juta , hahahaha. Lebaaayyy.

KM 30 !! ALHAMDULILLAH MASIH BISA SENYUM BAHAGIA 🙂

2 orang teman saya, kang makki dan kang topan sempat istirahat sejenak sebelum KM 30, “sakedap nin kita ngalempengkeun kaki heulaa..” ujar mereka. Oke, akhirnya saya, devina dan adi lanjut berlari. Dan salah satu cerita lucu yang ada sepanjang race adalah kira2 di KM 25 an gitu ya, janur yang kuning kuning itu, masa saya kira itu KURUPUK BANJUR CIWIDEY, hahaha. HALUSINASI….. !!!!

Sampai KM 30 kami masih bisa tertawa lucu sambil berlari, nyanyi-nyanyi, bahkan adi aliando sempet jajan es krim di warung.. hahaha. Trigger lainnya pas race jarak jauh begini adalah teman dari komunitas lain.  SEMANGAT.. SEMANGAT.. YEYEYEE… 2 orang dari Indorunners Makasar selalu menyemangati kami dan begitu pun sebaliknya.

MASUK KM 35, PANAS, DOWN, SEMANGAT MULAI TURUN.

Masuk KM 35 cuaca makin dan semakin panas, mulai masuk tanjakan dan turunan. Kaki sudah mulai cenat-cenut, dengkul minta dielus-elus, beruntung setidaknya saya prepare etil cloride di tas yang saya bawa. Berguna sekali.. sekali lagi welle prepared adalah sesuatu yang sangat menguntungkan.

Jam demi jam kita lalui sudah masuk KM 38-39 an , kaki semakin panas. Kebetulan plantar atau telapak kaki saya sudah mulai terasa cenat-cenut. Hmmm, sempet berkaca-kaca. Lagi lagi, siapa lagi kalau bukan Running Buddies yang membuat semangat kita kembali menyala.

“neng jam berapa sekarang….???”

“11.20 teh,,, ya ampunnn… 50 menit lagi menuju COT alias Cut Off Time. Tadinya kita jogging ringan, lalu kita tingkatkan kembali menjadi lari kecil dengan pace 8/9an.

Kang makki, kang topan dan teh suzie juga kembali berlari bersama kita. Sampai akhirnya kita bertemu Pak Dok J di KM 40 an. Hari makin panas, 2 KM terakhir aspal yang kita lalui masih lengket, semakin panas. Telapak kaki saya juga lumayan kerasa nyut-nyutan. Jam 11.40 menit akhirnya kita masuk ke belokan dari KM 41 menuju KM 42. Gate finish sudah terlihat, dan kita masih saling menyemangati, di tengah jalan kami bertemu kang beni dan kang fasa yang sudah terlebih dahulu finish. Dan saya melihat kang beni berkaca-kaca menyambut kedatangan kami. Beberapa teman dari komunitas lain yang saya kenal juga terlihat berjejal menunggu pelari-pelari masuk ke gate finish, sambil kembali menepuk tangan kami untuk menyelesaikan 100 meter lagi ke garis finish. Dan akhirnya, detik detik menegangkan 10 menit sebelum Cut Off Time tepat 6 jam 50 menit, saya, devina , kang makki dan kang topan memasuki garis finish dengan kondisi yang alhamdulillah sehat dan tentunya bahagia.

Masih ada teh suzie , adi , richo dan teh nita di belakang sana. Dan kami berharap teman-teman kami bisa masuk finish dengan kondisi yang sama seperti kami sehat dan bahagia.

Alhamdulillah, akhirnya kami pecah telor menyelesaikan race Full Marathon kami selama 6 jam 50 menit. Marathoner.. hmmmm ga usah deh terlalu berat,, pelari happy, yap tepat lebih cocok sepertinya.. hehehe.

ALHAMDULILLAH LULUS

 

FINISH GATE, BIAR AFDOL 🙂

 

#PROUDOFINDORUNNERSFAMILY

 

ALL TEAM INDORUNNERS BANDUNG

 

Berlari menurut saya buka sekedar berlari.

Berlari adalah tentang bagaimana kamu bisa menjadi Running Buddy yang baik , tentang bagaimana kamu bisa meredam ego untuk membantu Pelari lainnya, tentang bagaimana kamu bisa berlari dengan bahagia tanpa tekanan apa-apa.

Berlarilah dengan bahagia, maka semangatmu akan kembali menyala, sesulit apapun itu trek yang kamu lewati. jika kamu sudah lelah, berjalanlah, lalu lihatlah kebelakang, baru kamu akan sadar, bahwa kamu mampu, bahwa kamu bisa, menyelesaikan sudah sejauh ini. Maka kamu akan kembali memacu semangatmu untuk perlahan-lahan kembali berlari. Maka kamu akan tahu bahwa kamu bisa berlari dengan kebahagiaan.

Terima kasih Team Indorunners Bandung Family #gruphug, untuk segala persiapan dari awal pendaftaran sampai akhirnya tiba waktu race. Terima kasih untuk teman-teman yang sudah menjadi PACER SETIA, KONSISTEN, selalu menemani sepanjang jalan. Dan maaf jika saya belum bisa menjadi Running Buddy yang baik untuk kalian.

Semoga kita bisa ketemu lagi di race race selanjutnya tentunya dengan KEBERSAMAAN.

Thank’s to kak Maria Sari kakak kami yang selalu setia menunggu kami di Finish line.

Kak fas, kang ben, teh lusy, aldo, ronny keenan, kang topan, kang makki, devina, teh suzie, tadi aliando, richo, teh nita, kania, kang ryan, teh mei, yang udah berhasil nyelesain half marathonnya dengan sukses.

#marilari

#indorunnersfamily

#gruphug

#balimarathon2016

 

LULUS, TAHUN DEPAN LEBIH BAIK YAA 🙂

 

#GRUPHUG #INDORUNNERSBANDUNG

 

Tinggalkan Balasan